Cara Membuat Arsip TAR.GZ di Linux untuk Backup Folder
TAR.GZ adalah format arsip yang umum digunakan di Linux untuk menggabungkan sekaligus mengompresi folder. Format ini praktis untuk backup website, source code, database dump, maupun data server.
Berikut cara membuat dan memvalidasi arsip TAR.GZ.
1. Cek Ukuran Folder
Sebelum melakukan backup, cek ukuran folder:
du -sh bk-20260902/
Contoh:
6.5G bk-20260902/
2. Buat Arsip TAR.GZ
Gunakan perintah:
tar -czf bk-20260902.tar.gz bk-20260902/
Setelah selesai, akan terbentuk:
bk-20260902.tar.gz
Untuk folder besar, proses ini mungkin membutuhkan waktu beberapa menit atau lebih, tergantung jumlah file dan kemampuan server.
3. Cek Ukuran Hasil Backup
Periksa file yang telah dibuat:
ls -lh bk-20260902.tar.gz
Contoh hasil:
-rw------- 1 waliwebc waliwebc 2.8G Sep 1 21:30 bk-20260902.tar.gz
Dalam contoh ini, folder sekitar 6,5 GB berhasil dikompresi menjadi sekitar 2,8 GB.
4. Validasi Arsip
Jangan langsung menghapus folder sumber. Pastikan arsip dapat dibaca dengan baik:
tar -tzf bk-20260902.tar.gz > /dev/null
Jika perintah tersebut selesai tanpa error, arsip dapat dibaca dengan baik.
Untuk melihat isi arsip:
tar -tzf bk-20260902.tar.gz | head
5. Buat SHA256 Checksum
Untuk memastikan file backup tidak berubah atau rusak ketika dipindahkan, buat checksum:
sha256sum bk-20260902.tar.gz
Catat hasilnya. Setelah file dipindahkan ke server lain, jalankan perintah yang sama dan bandingkan hasil SHA256.
Jika nilainya sama, file backup identik dengan file sumber.
Perintah Lengkap
Untuk kebutuhan praktis, berikut rangkaian perintahnya:
du -sh bk-20260902/
tar -czf bk-20260902.tar.gz bk-20260902/
ls -lh bk-20260902.tar.gz
tar -tzf bk-20260902.tar.gz > /dev/null
sha256sum bk-20260902.tar.gz
Kesimpulan
Membuat backup dengan TAR.GZ di Linux cukup sederhana:
cek ukuran → buat arsip → cek hasil → validasi → checksum.
Dengan melakukan validasi sebelum menghapus data sumber, kita dapat memastikan file backup benar-benar dapat digunakan ketika dibutuhkan.